⛸️ Komponen Cvt Dan Fungsinya

didalamCVT ada 4 komponen utama yaitu. 1)primery sheave. 2)v-belt. 3)secondary sheave. 4)gear reduksi. 1)-di primery sheave sendiri ada beberapa komponen pendukung yaitu. -fixed sheave. berfungsi sebagai penahan v-belt.komponen ini tidak bergerak.berbentuk piringan,biasanya bagian sisinya menyerupai kipas sebagai pendingin mesin. Komponendan fungsinya. Engine merupakan komponen utama pada genset dimana engine berfungsi untuk menghasilkan energi mekanis untuk generator,bahan bakar yang digunakan engine bermacam-macam tergantung dengan kapasitas genset,engine yang mengunakan bahan bakar bensin digunakan untuk genset dengan kapasitas kecil sedangkan engine yang JenisStarter Berdasarkan Cara PengoperasiannyaSetelah mengetahui 8 komponen starter mobil dan cara kerjanya, mari kita simak juga tentang jenis starter berdasarkan cara pengoperasiannya. 9 Komponen Starter Mobil dan Fungsinya. Toyota Yaris Cvt 01-08-2022 Kelebihan Open Filter Mobil 01-08-2022 Indikator Oli Mobil Mati KomponenAC Yang Perlu Kamu Ketahui Jenis dan Fungsinya - Seperti alat elektronik pada umumnya, AC atau pendingin ruangan memiliki beberapa komponen agar dapat bekerja dengan baik. Masing-masing komponen AC mempunyai fungsi yang berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya, namun perbedaan fungsi itu mampu membuat AC bekerja dengan baik dalam proses pendinginan. DownloadPengertian Cvt Dan Fungsinya Doc - Berikut ini, kami dari WebDataskripsistatusgizibalita, memiliki informasi terkait Judul : Download Pengertian Cvt Dan Fungsinya Doc link : https: CVT, dan, komponen, beserta, fungsinya komponenkomponen mesin motor dan fungsinya negeri ilmu. belajar dan mengenal fungsi dan komponen atau bagian mesin. yamaha indonesia tidak menjual komponen mesin kuliner. skema lampu sepeda motor berbagai tipe. detail cara kerja vva atau variable valves actuation di. pengetahuan sepeda motor gambar mesin bagian dan komponen. tugas akhir Agardapat merawat dengan baik motor matic, Anda perlu terlebih dahulu mengenal komponen-komponen CVT motor matic berikut ini: 1. V-Belt. Salah satu komponen penting dalam cvt motor matic adalah v-belt. Komponen ini adalah komponen penting yang merupakan salah satu penggerak roda pada motor. V-belt ini bukan hanya terdapat di motor matic, namun ApaItu Per CVT dan Fungsinya Komponen pegas dari CVT ini memiliki ukuran besar dan letaknya di bagian puli belakang komponen CVT.Fungsi per CVT yang utama adalah untuk mengatur reduksi atau perbandingan gigi. Secara lengkap per CVT inilah yang mengatur tingkat kerenggangan dari sliding sheave atau puli belakang. Komponenini berbentuk tirus dan berfungsi untuk mengatur besar kecilnya diameter pada pulley sekunder. Dengan bentuk tirus tersebut, gerakan yang terjadi bisa mempengaruhi lebar lilitan pada V-belt. Komponen CVT Motor matic terdiri dari sekitar 15 komponen yang bekerja saling berhubungan dan mempengaruhi satu dengan lainnya. . Pengertian Komponen CVT pada Motor MaticKomponen CVT dan Fungsi Centrifugal Clutch Fixed primary sheeve Roller Sliding Primary Sheeve Primary Shaft Secondary Fixed Sheeve Secondary Sliding sheeve Secondary Sheeve Spring Secondary Shaft V Belt Motor matic memang memiliki komponen yang berbeda dengan motor manual, komponen yang terdapat pada motor matic ini sendiri dinilai sangat rumit dan membutuhkan banyak perhatian agar tidak mudah rusak. Karenanya perawatan-nya harus dilakukan secara berkala. Bagian-bagian yang terdapat pada kendaraan ini sendiri sering disebut dengan komponen CVT Motor matic dan bagian ini merupakan bagian yang sangat penting untuk selalu dijaga dan dirawat kondisinya. Lihat juga Penyebab motor tambah boros dan solusinya Perbedaan karburator dan injeksi serta cara kerjanya Motor sering mogok? perhatikan komponen ini Pengertian Komponen CVT pada Motor Matic Jika dilihat dari pengertiannya secara umum CVT sendiri merupakan kepanjangan dari Continuos Variable Transmission yakni sebuah sistem perpindahan kecepatan yang terjadi secara penuh otomatis sesuai dengan putaran mesin itu sendiri. Mesin motor matic memang berbeda dengan motor manual karena mesin motor matic tidak mempunyai gigi transmisi akan tetapi menggunakan dua buah pulley pada bagian depan dan belakang sebagai gantinya. Fungsinya adalah untuk menghubungkan dua buah pulley tersebut pada sabuk atau yang disebut dengan V Belt. Komponen CVT dan Fungsi Di dalam motor matic ini terdapat banyak sekali komponen CVT. Berikut ini adalah komponen-komponen transmisi otomatis pada motor matic Centrifugal Clutch Bagian pertama adalah kampas kopling, tapi kampas kopling yang terdapat pada motor matic berbeda karena menggunakan jenis kopling sentrifugal yang hanya memiliki bentuk seperti sepatu rem tromol. Bentuk kampas kopling pada motor matic ini jelas berbeda dengan kampas kopling yang terdapat pada kopling motor manual. Karena pada kopling manual, bentuk kampas koplingnya adalah seperti piringan. Fungsi dari kampas kopling sentrifugal atau kampas kopling untuk motor matic ini adalah untuk meneruskan putaran yang berasal dari poros sekunder ke roda. Jika putaran poros sekunder terjadi pada middle RPM. Dinamakan kampas kopling sentrifugal karena kampas ini bekerja pada saat poros sekunder berputar maka secara otomatis kampas kopling akan mulai berputar dan putaran kampas kopling ini dapat menghasilkan gaya sentrifugal. Sehingga membuat kampas kopling dapat bergerak lebih keluar dan dapat terhubung ke clutch housing. Maka dari itu kampas kopling ini disebut dengan kampas kopling gaya sentrifugal. Fixed primary sheeve Di dalam puller prime sistem CVT sebenarnya terdapat dua bgian utama yaitu fixed primer dan juga sliding primer. Fixed primer sheeve merupakan sisi yang terhubung secara tetap atau fixed pada poros pulley primer. Bagian ini sendiri memiliki fungsi yang sangat penting yakni sebagai tempat V belt melilit pulley. Roller Roller juga biasa disebut dengan pemberat, bagian ini memiliki fungsi penting sebagai pengatur pergerakan sliding primber sheeve. Cara kerja bagian ini menggunakan prinsip gaya sentrifugal. Gaya sentrifugal ini sendiri merupakan gaya yang keluar dari sebuah getaran rotasi dengan arah yang menjauhi poros putaran. Akan tetapi alur roller ini biasanya dibuat lebih condong ke depan. Hal ini membuat pergerakan roller tidak sepenuhnya menjauhi poros putaran. Akan tetapi membuat gerakannya dibelokkan ke arah depan. Pergerakan ini lah yang akan mendorong sliding primer sheeve untuk bisa bergerak ke depan pada saat putaran pulley kencang. Sliding Primary Sheeve Bagian yang berikutnya adalah sliding primer sheeve yang merupakan bagian dengan sisi yang terhubung secara tidak tetap pada poros pulley primer. Hal ini dikarenakan bagian ini tidak tetap sehingga dapat digeser ke kiri mau ke kanan. Sliding primary sheeve ini memiliki fungsi yang penting yakni untuk memperkecil mau pun memperbesar diameter yang ada pada pulley primer. Pada saat sliding primary ini bergerak mendekati fixedp primary sheeve maka jaraknya akan menjadi semakin dekat. Sliding primary sheeve ini mempunyai bentuk yang tirus sehingga pada saat kedua sheeve ini bergerak mendekat maka akan membuat lilitan v belt menjadi terdorong dan akan menjadi lebih lebar. Primary Shaft Primary shaft atau yang memiliki nama lain poros primer ini memiliki fungsi sebagai penghubung putaran crankshaft dari mesin pada pulley utama. Poros ini sendiri terhubung secara langsung ke crankshaft mesin secara tetap maka dari itu bagian ini diberi nama primary shaft. RPM mesin ini sendiri sama dengan RPM potos primer, hal ini membuat RPM mesin juga sama dengan RPM pulley primer. Secondary Fixed Sheeve Bagian berikutnya adalah secondary fixed sheeve atau pulley sekunder ini memiliki dua sisi yaitu sliding sheeve dan fixed sheeve. Bagian ini sendiri merupakan sisi sheeve yang terhubung secara tetap dengan poros sekunder. Secondary Sliding sheeve Secondary sliding sheeve mempunyai fungsi yang sama dengan secondary fixed sheeve yakni sebagai pengatur besar kecilnya diameter yang ada pada pulley sekunder. Bentuk secondary sliding sheeve ini adalah tirus, bentuk ini dimaksudkan agar pergerakan dari secondary sliding sheeve ini dapat mempengaruhi lebar lilitan pada V belt. Secondary Sheeve Spring Secondary sheeve spring ini merupakan roller yang bertugas pada pulley primer untuk mengatur pergerakan primer slidding sheeve. Akan tetapi pada pulley sekunder ini biasanya hanya menggunakan satu buah pegas spiral saja untuk mengatur pergerakan secondary sliding sheeve. Pada posisi yang normal pegas ini sendiri akan menjaga sliding sheeve agar tetap rapat sehingga membuat diameternya menjadi membesar sedangkan pada saat pulley primer ini berputar maka roller tidak akan hanya mengatur pergerakan primer sliding sheeve saja tapi juga melawan daya pegas yang ada pada pulley sekunder. Hal ini dikarenakan V belt tidak mempunyai daya elastisitas sehingga pembesaran diameter puller primer ini akan membuat diameter pulley sekunder menjadi mengecil. Secondary Shaft Bagian ini memiliki fungsi untuk meneruskan putaran dari pulley sekunder ke powertrain berikutnya yakni pada kopling sentrifugal. Bagian ini sendiri disebut dengan poros sekunder. V Belt Bagian yang terakhir adalah sabuk khusus yang terbuat dari bahan karet dicampur dengan serat baja yang memiliki fungsi untuk menghubungkan putaran dari pulley primer ke pulley sekunder. Tapi meski terbuat dari bahan karet, V belt ini rupanya tidak mempunyai daya elastisitas seperti sifat karet yang kita kenal selama ini. hal ini karena V belt juga terbuat dari bahan serat kawat baja yang digunakan untuk menahan gesekan di antara pulley primer dan sekunder. Referensi Komponen-Komponen CVT Dan Fungsinya – Sepeda motor matic menggunakan sistem transmisi CVT atau Continuously Variable Transmission. CVT memiliki beberapa komponen dengan fungsi yang berbeda-beda. Apa saja komponen CVT dan fungsinya? Sepeda motor matic tidak tidak memiliki mekanisme transmisi, tetapi menggunakan mekanisme transmisi otomatis yang dikenal sebagai CVT Continuously Variable Transmission. Fungsinya adalah untuk menghubungkan putaran mesin ke roda belakang dan menggerakkan motor, sama seperti transmisi manual. Komponen CVT pada sepeda motor matic cukup banyak, seperti halnya pada transmisi manual yang telah dibahas sebelumnya. Berikut ini akan dijelaskan lebih rinci mengenai komponen CVT dan fungsinya. Konstruksi CVT Motor Dilihat dari strukturannya, mekanisme transmisi otomatis atau CVT terdiri dari dua puli variabel yang ditempatkan pada jarak tertentu dan dihubungkan dengan sabuk V. Masing-masing puli terdiri dari dua bagian kerucut yang saling terhubung di bagian belakang. Berikut ini adalah contoh dari konstruksi motor matic CVT lengkap dengan nama-nama komponen yang terdapat di dalamnya. Berikut ini beberapa komponen pada CVT motor beserta fungsinya 1. Pulley Primer Fixed Primary Sheeve Komponen cvt dan fungsinya yang pertama yaitu pulley primer berfungsi sebagai penahan sabuk V dan tidak bergerak. Komponen ini membantu membesarkan perbedaan rasio dan dilengkapi dengan kipas pendingin untuk mendinginkan ruangan CVT agar sabuk V tidak cepat panas dan aus. 2. Sliding Primary Sheeve Sliding primary sheeve bergerak ke kanan atau ke kiri dan berfungsi untuk mendesak sabuk V pada putaran tinggi. Dinding dalam dari komponen pulley ini membantu menekan CVT untuk mencapai kecepatan yang diinginkan. 3. Spacer Komponen cvt dan fungsinya yang selanjutnya adalah spacer. Spacer adalah komponen yang berfungsi sebagai kutub dinding dalam pulley agar dinding dalam dapat bergerak dengan lancar saat berubah. Dalam CVT motor matic, spacer membantu perubahan dinding pulley bagian dalam terjadi dengan lembut dan mulus. 4. Poros Primer Primary Shaft Komponen cvt dan fungsinya yang ke 4 adalah poros primer. Bagian poros primer berfungsi untuk menghubungkan putaran crankshaft dari mesin ke pulley primer. Komponen ini terhubung dengan crankshaft mesin dan berputar dengan kecepatan yang sama dengan RPM mesin atau RPM pulley primer. 5. Roller Weight Primary Sheeve Roller berfungsi sebagai bantalan kesetimbangan gaya berat dan membantu mendesak dinding dalam pulley primer saat putaran tinggi. Konsep kerja roller adalah semakin berat, maka ia akan semakin cepat bergerak dan menggerakkan movable drive face pada drive pulley untuk menekan sabuk V ke status terkecil. 6. Slider Slider atau roller shutter berfungsi untuk meredam gerakan dinding agar tidak berubah ke arah luar saat digerakkan oleh roller. 7. Sabuk V V-Belt Sabuk V berfungsi sebagai penghubung putaran antara primary fixed sheave dan secondary fixed sheave. Ukuran diameter sabuk V bervariasi tergantung pada pabrik motor. Diameter sabuk V umumnya diukur dari dua kutub, yaitu kutub crankshaft hingga tahan pada gesekan dan panas. 8. Pulley Sekunder Secondary Fixed Sheave Pulley sekunder adalah komponen yang berputar. Komponen ini terbuat dari bahan yang ringan dengan permukaan yang halus untuk memudahkan gerakan sabuk. 9. Secondary Sliding Sheave Secondary sliding sheave adalah salah satu komponen CVT dan fungsinya yang digunakan untuk mengendalikan diameter kecil pada pulley sekunder. Komponen ini memiliki bentuk tirus sehingga gerakannya dapat mempengaruhi lebar lilitan pada sabuk V. 10. Spring Komponen cvt dan fungsinya yang lain adalah spring. Pegas pengembalik berfungsi untuk mengembalikan pulley ke status awal, yaitu status sabuk paling luar. Konsep kerjanya adalah semakin keras pegas, sabuk bisa terbuka semakin lama pada keadaan terluar dari driven pulley. Namun, kesalahan dalam kombinasi antara roller dan CVT dapat menyebabkan keausan bahkan kerusakan pada mekanisme CVT. Jika dipaksa, pegas yang keras dapat merusak kopling. Panas yang terjadi pada bagian CVT karena putaran bagian-bagiannya dapat membuat tingkat kekerasan material partnya memuai. Pada tingkat panas tertentu, material parts tidak dapat meredam penekanan pada tingkat tertentu juga. Pada akhirnya, pegas bukanlah lentur dan menyempit, melainkan justru tetap lebar. Kopling yang telah panas juga dapat rusak karena itu. 11. Secondary Shaft Kutub Sekunder Komponen berikutnya dari cvt dan fungsinya adalah Secondary Shaft atau Kutub Sekunder. Pada motor matic dengan CVT, komponen ini berfungsi untuk meneruskan perputaran dari pulley sekunder ke powertrain. Secara fisik, komponen ini berbentuk kopling sentrifugal. 12. Clutch Carrier Kopling Sentrifugal Komponen lain dari CVT dan fungsinya adalah Clutch Carrier atau Kampas Kopling Double. Fungsinya adalah untuk mengalirkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Jika kampas kopling double aus, maka tenaga yang diteruskan tidak akan optimal. 13. Clutch Housing Rumah Kopling Setiap produksi motor matic saat ini wajib menambahkan komponen Clutch Housing atau Rumah Kopling. Komponen ini digunakan untuk meneruskan perputaran V-Belt dan mengalirkan perputaran dari kampas kopling yang selanjutnya akan diteruskan ke roda belakang sepeda motor. 14. Torsi Cam Selain itu komponen cvt dan fungsinya yaitu Jika mesin memerlukan torsi yang lebih atau melewati jalan yang naik sehingga beban pada roda belakang meningkat dan kecepatan menurun, maka status belt akan kembali seperti semula, yaitu dalam keadaan diam. Drive pulley akan terbuka sehingga lebar belt menjadi lebih besar dan kecepatan menurun ketika torsi cam bekerja. Torsi cam ini akan meredam gerakan driven pulley sehingga tidak langsung menutup, sehingga kecepatan tidak langsung turun. 15. Gigi Reduksi Komponen terakhir dari CVT dan fungsinya adalah Gigi Reduksi. Selain itu, pada CVT terdapat komponen Gigi Reduksi yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan pemutaran yang didapatkan dari CVT sehingga tenaga yang akan dikirimkan ke kutub roda dapat dilipat gandakan. Pada gigi reduksi tipe roda gigi yang digunakan adalah tipe roda gigi heliks yang memiliki bentuk miring pada kutubnya. Fungsi CVT Pada Motor Setelah mengetahui berbagai komponen cvt dan fungsinya maka perlu dipahami bagaimana fungsi dan cara kerjanya. CVT Continuously Variable Transmission pada motor memiliki fungsi untuk mengatur perbandingan transmisi secara otomatis, sehingga memungkinkan mesin tetap berada pada putaran yang optimal dan efisien dalam berbagai kecepatan tanpa harus mengubah gigi secara manual. Hal ini dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih lancar dan nyaman, serta meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa mesin. Dalam CVT, perbandingan transmisi terus-menerus disesuaikan dengan kecepatan dan beban mesin. Dalam keadaan beban ringan, perbandingan transmisi akan menjadi lebih tinggi sehingga mesin tidak perlu bekerja terlalu keras. Sedangkan dalam kondisi beban berat atau saat akselerasi, perbandingan transmisi akan lebih rendah sehingga mesin dapat menghasilkan lebih banyak tenaga. CVT pada motor juga dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara karena tidak ada gangguan saat mengganti gigi, sehingga pengendara dapat berkendara tanpa harus mengalihkan perhatian ke tuas transmisi. Selain itu, dengan perubahan perbandingan transmisi yang halus dan lancar, CVT dapat memberikan akselerasi yang lebih responsif dan meningkatkan stabilitas kendaraan saat berbelok atau melewati tikungan. Cara Kerja CVT Pada Motor Matic Cara kerja CVT Continuously Variable Transmission pada motor matic secara singkat adalah sebagai berikut Mesin motor menghasilkan tenaga yang diteruskan ke drive pulley primary pulley yang terhubung dengan crankshaft. Drive pulley akan membuka atau menutup sesuai dengan kebutuhan kecepatan, yang akan memengaruhi lebar lilitan V-belt. V-belt akan menggerakkan driven pulley secondary pulley yang terhubung dengan roda belakang. Dalam keadaan normal, driven pulley akan terbuka selebar mungkin untuk menghasilkan kecepatan tinggi. Namun jika motor membutuhkan torsi lebih, driven pulley akan tertutup untuk menghasilkan torsi yang lebih besar. Kinerja CVT diatur oleh komponen seperti slider, V-belt, pulley sekunder, secondary sliding sheeve, spring, clutch carrier, dan torsi cam. Dengan cara kerja CVT pada motor matic yang fleksibel, pengemudi dapat dengan mudah memilih kecepatan yang tepat untuk situasi jalan yang berbeda. Hal ini juga memungkinkan mesin motor untuk beroperasi pada putaran yang optimal untuk efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Diatas adalah ulasan terkait komponen cvt dan fungsinya serta bagaimana cara kerjanya. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan. MOTOR - Simak brother, berikut ini komponen-komponen penting yang ada di dalam CVT motor matic. CVT merupakan transmisi yang biasa digunakan pada motor-motor matic untuk meneruskan daya mesin ke roda belakang. Perbedaan antara transmisi Manual dengan transmisi CVT adalah di penggeraknya. Jika di motor manual menggunakan rantai, sedangkan CVT menggunakan V-belt. Berikut ini komponen-komponen penting yang ada di dalam CVT motor matic 1. Primary Sliding Sheave Puli primer bergerak MOTOR Plus Foto ilustrasi. Rumah roller Honda ADV150 "Puli bergerak ini biasa disebut juga rumah roller," buka Rizky, salah satu mekanik dari Duta Motorsport. Fungsi dari Sliding Primary Sheave atau rumah roller ini untuk menekan v-belt berdasarkan putaran mesin. Baca Juga Jadwal Ganti V-Belt di CVT Motor Matic, Buruan Cek Jangan Sampai Putus Di Jalan Ketika berada pada putaran mesin tinggi komponen ini akan bekerja mendorong v-belt ke luar diameter puli. 2. Primary Fixed Sheave Puli primer tidak bergerak Isal/ Puli kipas dan rumah roller custom buat Honda PCX 150 "Puli tidak bergerak ini biasa disebut juga kipas puli," sambung pria yang akrab disapa Kilun. Fungsinya, untuk menahan v-belt akibat dorongan dari puli bergerak tadi dan juga untuk memperbesar perbandingan rasio. Selain itu, puli tidak bergerak ini juga berfungsi sebagai pendingin v-belt dan komponen CVT lainnya. 3. Weight Pemberat Dok. MOTOR Plus Ilustrasi roller motor matic. Komponen weight ini biasa disebut juga roller. Roller berfungsi untuk mengatur pergerakan puli primer bergerak. Baca Juga Daftar Komponen CVT Motor Yamaha Mio Z, Banyak Dicari Meski Sudah Disuntik Mati Komponen ini bekerja menggunakan prinsip gaya sentrifugal atau gaya yang keluar dari sebuah gerakan rotasi dengan arah menjauhi poros putaran. "Dengan adanya roller, membuat diameter puli mengalami pembesaran dan pengecilan sesuai dengan putaran mesin, sehingga motor bisa berjalan," tambahnya. 4. Secondary Fixed Sheave Puli sekunder tidak bergerak Aant / Driven pulley All New PCX 150 Secondary fixed sheeve merupakan sisi puli yang terhubung dengan poros sekunder secara tetap alias tidak bergerak. 5. Secondary Sliding Sheave Puli sekunder bergerak Isal/ ilustrasi pulley belakang CVT motor matic Sama seperti puli primer bergerak, puli sekunder bergerak ini juga memiliki fungsi untuk mengatur besar kecilnya diameter pada puli sekunder. Puli sekunder juga berbentuk tirus supaya pergerakannya mempengaruhi lebar lilitan v-belt. 6. Secondary Sheave Spring Per CVT Baca Juga Ternyata Begini Cara Kerja CVT Motor Matic, Bikers Wajib Paham Nih Dok Motor Plus Foto ilustrasi. Per CVT Honda BeAT di Yamaha Lexi "Jika di puli primer ada roller yang bertugas mengatur pergerakan puli primer bergerak," sebut Kilun yang ngebengkel di Jalan Mayo Mudmuin Hasibuan No 60, Bekasi, Jawa Barat. "Nah, di puli sekunder menggunakan sebuah per untuk mengatur pergerakan puli sekunder," jelasnya. Dalam posisi idle, per ini akan menjaga sliding sheave tetap rapat sehingga diameternya membesar. Saat puli primer berputar, roller tidak hanya mengatur pergerakan puli primer, namun juga melawan daya pegas pada puli sekunder. 7. Clutch Carrier Kampas kopling Ilustrasi kampas ganda CVT motor matic habis tidak merata Fungsi kampas kopling di transmisi CVT adalah meneruskan putaran dari poros sekunder ke roda apabila poros sekunder berputar di rpm menengah. Kampas kopling ini bekerja menggunakan gaya sentrifugal. Saat poros sekunder berputar, otomatis kampas kopling juga berputar. Baca Juga Mengenal Lebih Dalam Apa Itu CVT Motor Matic dan Komponen Utamanya Putaran kampas kopling akan menghasilkan gaya sentrifugal yang membuat kampas kopling bergerak keluar, sehingga terhubung ke clutch housing rumah kopling. 8. Clutch Housing Rumah atau mangkok kopling MOTOR Plus Mangkok kopling Honda ADV150 Rumah kopling atau mangkok kopling ini berbentuk seperti tromol rem. Fungsinya untuk menerima putaran dari kampas kopling yang selanjutnya akan didistribusikan ke roda belakang. 9. V-belt MOTOR Plus V-belt Honda ADV 150 V-belt merupakan tali khusus yang terbuat dari bahan karet yang dicampur serat baja. Fungsinya, menghubungkan putaran dari puli primer ke pui sekunder. V-belt pada CVT motor dirancang khusus agar memiliki flexibilitas tinggi. Baca Juga Daftar Komponen CVT Motor Yamaha NMAX Baru, Ada Yang Beda Dari NMAX Lama 10. Gear Reduction Dok. MOTOR Plus Rasio Yamaha NMAX Komponen ini biasa disebut juga gigi reduksi atau gir rasio. Sesuai dengan namanya, komponen ini akan mereduksi atau menyeimbangkan putaran mesin dari CVT ke roda belakang.

komponen cvt dan fungsinya